Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berpikir Desain (Design Thinking)

Design thinking is a process for creative problem solving.

Kalimat di atas adalah definisi singkat yang biasa digunakan oleh IDEO untuk menjelaskan tentang apa itu berpikir desain (design thinking).

Berpikir desain di satu sisi merupakan metode atau teknik pemecahan masalah yang berpusat pada manusia. Di sisi lain, berpikir desain adalah sebuah cara berpikir.

Proses yang ada di dalam berpikir desain dapat membantu Anda secara sistematis memecahkan masalah dengan cara yang kreatif dan inovatif.

Rikke Friis Dam dan Teo Yu Siang (interaction-design.org) memaparkan bahwa berpikir desain adalah proses iteratif sebagai upaya untuk memahami pengguna (user), menantang asumsi, dan mendefinisikan kembali permasalahan.

Tujuan dari proses iteratif ini adalah mengidentifikasi strategi-strategi dan solusi-solusi alternatif yang mungkin tidak diperoleh ketika pertama kali memahami sebuah persoalan.

Orang yang biasa dan rutin menggunakan berpikir desain sebagai sebuah pendekatan memiliki minat mendalam atau mendasarkan keingintahuannya pada mengapa dan bagaimana orang-orang yang kelak memakai produk atau layanan yang ia desain. Berpikir desain membantu melalu proses mengajukan pertanyaan-pertanyaan: pertanyaan mengenai masalah, asumsi-asumsi, dan implikasi.

Salah satu metode dari berpikir desain yang terkenal adalah pendekatan dari d.school (Hasso-Plattner Institute of Design di Stanford). Institusi ini membagi proses berpikir desain dalam lima fase, yaitu:

  • Empati: dengan pengguna Anda.
  • Mendefinisikan:- kebutuhan-kebutuhan dari pengguna Anda (user needs), masalah-masalah yang dimiliki pengguna Anda (user problems), dan wawasan Anda.
  • Memunculkan gagasan: dengan menantang asumsi-asumsi dan menciptakan ide-ide untuk solusi inovatif.
  • Prototipe: sebagai tahap memulai pembuatan solusi-solusi.
  • Tes: solusi-solusi.

Penting untuk diperhatikan bahwa lima fase atau tahapan itu tidak selalu dan tidak harus berurutan. Tahapan itu bisa saja dan sering terjadi secara paralel dan berulang secara terus-menerus.

Organisasi lain yang juga aktif menggunakan berpikir desain (design thinking) dalam metode pemecahan masalahnya adalah yang sudah saya sebut sebelumnya, yaitu IDEO.

IDEO adalah perusahaan desain global yang anggotanya berasal dari berbagai latar bidang dan ilmu yang beragam, seperti desainer, wirausahawan, insyinyur, pengajar, dan peneliti. IDEO sejak wal berdirinya pada tahun 1978 dapat dikatakan sudah mempraktikkan meteode berpikir desain (design thinking) dan pendekatan desain yang berpusat pada memahami manusia (human-centered design).

Elemen-elemen dari metode atau pendekatan di IDEO yang terkenal adalah: empati, optimisme, iterasi, kepercayaan diri kreatif, eksperimen, serta merangkul ambiguitas dan kegagalan.


Pendekatan berpikir desain di IDEO, dengan chart di atas, merupakanproses menyatukan apa yang diinginkan (desirability) dari sudut pandang manusia dengan apa yang layak secara teknologi (feasibility) dan layak secara teknologi ekonomi (viability).

Menurut Tim Brown, CEO dari IDEO, berpikir desain (design thinking) adalah pendekatan terhadap invasi yang berpusat pada manusia yang diambil dari perangkat milik desainer untuk mengintegrasikan kebutuhan-kebutuhan manusia, kemungkinan-kemungkinan terkait teknologi, dan persyaratan yang diperlukan untuk mendapat kesuksesan bisnis.

Tim Brown menyimpulkan bahwa berpikir desain dalam tiga hal: Berpikir desain (design thinking) pada dasarnya adalah pendekatan pemecahan masalah; dikristalisasi dalam praktik ilmu atau bidang desain; dan menggabungkan perspektif holistik yang berpusat pada pengguna dengan penelitian rasional dan analitis yang bertujuan menciptakan solusi inovatif.

Referensi:

Interaction Design Foundation: What is Design Thinking and Why Is It So Popular?

IDEO Design Thinking: Design Thinking Defined.

IDEO U: What is Design Thinking?

Sumber gambar: IDEO U.

Posting Komentar untuk "Berpikir Desain (Design Thinking)"